PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya mencatat adanya 9 kejadian Karhutla selama periode Januari hingga Juli 2024. Kasus ini menyebabkan kurang lebih 8 hektare lahan terdampak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi rincian kejadian tersebut. Pada bulan Januari, terjadi 2 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 0,51 hektar, sementara dari bulan Februari hingga Mei, tidak terdapat kejadian Karhutla yang dilaporkan.

Di bulan Juni, tercatat 2 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 3,36 hektar sedangkan pada bulan Juli, angka kejadian Karhutla meningkat menjadi 7, dengan luas lahan terbakar mencapai 3,93 hektar.

"Saat ini kita terus siaga baik itu untuk pemantauan lahan maupun penanganan kebakaran lahan yang dilaporkan oleh masyarakat atau informasi dari rekanan," katanya, Sabtu, 20 Juli 2024.

Menghadapi situasi ini, BPBD Palangka Raya mengajak masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran lahan. Selain itu, pihak BPBD juga meminta kelurahan-kelurahan untuk aktif melakukan patroli di daerah rawan terjadinya Karhutla.

--page

"Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/j)