BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kekesalan pelanggan listrik PLN di Pangkalan Bun, kembali terjadi. Warga menganggap PLN tidak serius membenahi kualitas kelistrikan. Pemadaman listrik bergilir di Kotawaringin Barat (Kobar) akibat berbagai gangguan beberapa tahun belakangan ini, seakan tidak pernah selesai. Selama empat hari terhitung sejak Sabtu (11/6/2016) pemadaman listrik bakal kembali "dinikmati" warga Pangkalan Bun dan sekitarnya, akibat kerusakan pada panel circuit breaker (CB).
"Kita sebagai masyarakat cuma mempertanyakan, kesungguhan pihak PLN dari pusat hingga daerah. Karena PLN merupakan satu-satunya perusahaan penyedia listrik di Indonesia. Kenapa kualitas kelistrikan di Kalimantan sejak dulu hingga saat ini tidak pernah ada perubahan. Byar pet selalu terjadi. Jangan hanya obral janji saja," ujar Heri (29) warga Jalan H.M Rafii yang berprofesi sebagai editor video.
Menurutnya ada saja deretan masalah yang muncul dan mengakibatkan pemadaman listrik. "Dari masalah ketiadaan batubara, layangan, gangguan monyet, air surut sehingga tidak masuk ke dalam turbin, hingga terbakarnya peralatan milik PLN. Saya merasa nantinya kondisi seperti ini akan terus terjadi sepanjang tahun dengan berbagai macam alasan," ujarnya.
kekesalan serupa juga dirasakan oleh Rahmah (45) warga Jalan Ahmad Yani yang berprofesi sebagai pengusaha kue. Menurutnya kondisi listrik yang seakan tidak dilakukan pembenahan saat ini merugikan masyarakat banyak dan tentunya pengusaha kecil yang alat kerjanya menggunakan tenaga listrik.
"Karena adona kue dalam jumlah besar akan sangat sulit dan lama bila dikerjaka secara manual dengan tangan. tentunya menggunakan komputer yang tentunya menggunakan tenaga listrik. bila kondisi sepertin ini terus berlanjut dengan alasan yang berbeda, pengusaha kecil seperti kita tentunya akan kelimpungan untuk menyelesaikan target kerja sesuai janji ke pelanggan," ujarnya. (WAHYU KRIDA/N).








