BORNEONEWS,Pangkalan Bun-Setelah beberapa waktu belakangan ini teknisi PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) berburu pipa bocor di wilayah dalam kota, saat ini bisa dipastikan bahwa kebocoran air bisa ditekan sekitar 26 persen.

Demikian dijelaskan Kepala PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun Sapriansyah Senin (13/6/2016) di ruang kerjanya. "Sebelum saya menjabat , kebocoran air sempat mencapai 40 persen. Setelah perbaikan dilakukan dan kebocoran ditekan hingga mencapai 26 persen, pada  bulan Juni ini kita berhasil menjual air ke pelanggan dengan total 303.149 meterkubik," jelasnya.

Pihaknya mentargetkan tahun 2017 mendatang bisa menekan kebocoran hingga di bawah 25 persen. "Karena itu kami juga mengharapkan kepada masyarakat bila aliran air yang masuk ke rumahnya keruh atau menemukan kebocoran air di lingkungannya diminta untuk segera melaporkan ke kantor PDAM. Pastinya petugas kami akan segera menindaklanjuti untuk melakukan pemantauan dan mencari penyebabnya," jelasnya.

Karena dengan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan cepat, maka permasalahan bisa diperbaiki dengan cepat. "Selain itu dengan perbaikan cepat kerugian kita akibat kehilangan air secara percuma bisa diminalisir," jelasnya.

Hal lain, ia juga menyampaikan kepada masyarakat yang telah mendaftar program pemasangan sambungan air bersih murah, agar bisa menyelesaikan proses administrasi di kantor PDAM.

"Bila proses administrasi ini diselesaikan, maka pemasangan bisa dilakukan secepatnya," pungkasnya. (YD/*)