PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kejadian banjir bandang di tahun 2022 di Toba yang menewaskan 12 korban menjadi latar belakang dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Universitas Sumatera Utara atau USU.

Desa penyerta pada skema PKM mono tahun sebanyak 10 desa, 6 desa di hilir dan 4 desa di hulu.

"Latar belakang kegiatan ini karena terjadi banjir bandang pada tahun 2022 dan 2023 di beberapa tempat di DTA Toba diantaranya Samosir 2022 dan 2023 di Humbahas," kata salah seorang anggota PKM, Profesor Rahmawaty kepada Borneonews pada Sabtu, 20 Juli 2024.

Di Humbanhas, lanjut Prof Rahmawaty, telah menelan 12 korban jiwa pada 1 Desember 2023. Sebanyak 10 orang hilang dan hanya 2 orang yang ditemukan.

"Oleh sebab itu kegiatan ini bertujuan untuk menekan resiko bencana yang sama di masa yang akan datang," bebernya.

--page

Kegiatan ini diawali dengan penyerahan secara simbolis bor tanah dan bibit kepada warga Resa Habeahaan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan baru-baru ini.

Menurut Prof Rahmawaty, Ketua Tim PKM ini adalah Prof Abdul Rauf dengan anggota antara lain Prof Rahmawaty, Dr Bejo Slamet, Dr Rahmanta, serta Ir Yusak. Acara dibuka Kepala Desa Rusman Sihombing. (TESTI PRISCILLA/j)