BORNEONEWS, Pulang Pisau - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satu program yang dikembangkan oleh desa untuk mensejahterakan masyarakat, sekaligus menambah pengasilan desa. Namun pada pelaksanaanya, tidak selalu berjalan mulus seperti seperti yang diharapkan, seperti yang dialami Desa Kantan Dalam, Kecamatan Pandih Batu.
Kepala Desa Kantan Dalam, Minar menyampaikan, BUMDes di Desa Kantan Dalam aktif dalam penggemukan sapi, dengan jumlah anggaran Rp400 juta yang di kelola oleh Desa dengan memberdayakan peternak.
"Sementara ini, untuk program Bumdes Desa Kantan Dalam fokus pada usaha penggemukan sapai, namun sayangnya, saat sapi sudah bisa di jual, Penyakit Mulut dan Kuku yang sangat menular, menyerang semua hewan berkuku belah atau genap, seperti sapi, kerbau pada tahun lalu, itu mempengaruhi pada penjualan tersebut," kata Minar, Sabtu, 20 Juli 2024.
Sehingga, kata Minar, ketika sapi yang sudah siap dijual, harganya jatuh dan tidak bisa dijual keluar. Setelah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah aman dan sapi siap jual, namun sapi petani melalui usaha BUMDes, kalah saing dengan sapi yang masuk ke Kabupaten Pulang Pisau dengan harga yang murah, sehingga masyarakat mengalami kerugian.
Saat ini, lanjut Minar, kelompok peternakan yang mengembangkan penggemukan sapi rehat sementara, namun untuk modal masih aman dan akan kembali dikembangkan dalam waktu dekat ini.
--page
"Harapannya semoga BUMDes di Desa Kantan Dalam segera aktif kembali, dan bisa menambah pemasukan dana desa dan terutama bisa mensejahterakan masyarakat," ujar Minar. (RETHA/j)









