BORNEONEWS,Kasongan- Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas Suyono mengimbau khususnya para pengusaha/pemilik angkutan sungai agar tidak mengangkut penumpang  melebihi kapasitas pada bulan Ramadan 1437 H ini.
Pasalnya, jumlah calon penumpang yang akan mudik ke daerah asal diperkirakan masih ramai yang melewati jalur Sungai Katingan ini.

"Kita tidak ingin ada kejadian-kejadian kelotok maupun fery tenggelam karena melebihi kapasitas," sebutnya.

Kapolres mengaku jika pihaknya sudah memerintahkan kepada polsek-polsek yang ada untuk melakukan pemantauan, baik di pelabuhan, dermaga dan tempat-tempat penyeberangan fery lainnya agar mereka jangan sampai melebihi muatan.

Demikian pesan Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas Suyono belum lama ini saat pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras) di Mapolres setempat.

Menurut Kapolres, sejauh ini jalur Sungai Katingan yang membelah Kota Kasongan ini masih cukup ramai dilalui kapal maupun kelotok, terutama di wilayah hilir (Selatan) dan hulu (Utara).

Di bagian Selatan (hilir) misalnya, masih ada dua kecamatan lagi, yakni Katingan Kuala dan Mendawai yang sampai saat ini belum bisa ditembus jalur darat dari Kasongan.
Demikian pula sebagian desa-desa di wilayah Kecamatan Kamipang juga masih ada yang belum bisa ditembus dari Kasongan.

Demikian halnya dengan di wilayah hulu seperti Tumbang Samba. Meski saat ini wilayah itu sudah tembus jalur darat ke Kasongan, namun arus lalulintas di Sungai Katingan dan Sungai Samba masih cukup ramai, terutama di penyeberangan/fery.

Bahkan jumlah jasa penyeberangan fery tradisional di Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah ini mencapai puluhan.  Demikian pula di Tumbang Hiran Kecamatan Marikit dan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu serta wilayah Bukit Raya.  (GP/*)