BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiga aspek pendekatan digunakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Universitas Sumatera Utara atau USU.
"PKM kali ini dilakukan dengan cara pendekatan 3 aspek, yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Adaptasi di bagian hilir menyangkut 3 aspek tersebut khususnya traumatik pasca bencana tersebut," kata salah seorang anggota PKM, Profesor Rahmawaty kepada Borneonews pada Minggu, 21 Juli 2024.
Menurut Prof Rahmawaty, Ketua Tim PKM ini adalah Prof Abdul Rauf dengan anggota antara lain Prof Rahmawaty, Dr Bejo Slamet, Dr Rahmanta, serta Ir Yusak.
Acara, katanya,dibuka oleh Kepala Desa, Rusman Sihombing.
"Hal yang penting adalah membentuk tim relawan tanggap rencana di tingkat tapak, yang merupakan kolaborasi antara daerah hulu dan hilir," terang Prof Rahmawaty lagi.
--page
Dirinya menjelaskan bahwa yang bertugas melakukan pemantauan terhadap biofisik rentan bencana, sungai dan tebing-tebing, serta melakukan pewawatan alur-alur sungai atau anak-anak sungai.
"Juga pemantauan dan peringatan dini pada saat musim hujan sekitar Oktober sampai dengan Desember. Sumber dana kegiatan PKM ini adalah non PNBP USU bekerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga, seperti BPDas Asahan Barumun dan Pemda Kabupaten Himbahas, juga melibatkan alumni dan mahasiswa USU," jelasnya.
Koordinator Prof Abdul Rauf bagian hulu dan bagian hilir Dr Oding Affandi kegiatan bidang biofisik, sosial dan ekonomi adalah Prof Rahmawaty, Dr Irmansyah, Dr Bejo Slamet, Dr Fikarwin, Ir Yusak. (TESTI PRISCILLA/H)









