BORNEONEWS,Pangkalan Bun - Memasuki bulan Ramadhan pekan kedua, para pengemis dan gepeng di Kota Pangkalan Bun kembali menjamur. Di jalan Pangeran Antasari, hampir setiap hari belasan pengemis memasuki toko dan meminta belas kasihan kepada pemilik serta pengunjung toko. Sayang aksi mereka tidak mendapatkan perhatian dari Satpol PP Kobar, tidak ada razia yang dilakukan satu anggota Satpol PP pun.
"Pengemis itu setiap hari dia datang ke toko ini, minta-minta uang," kata salah satu pegawai di toko Handphone di jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, Senin (13/6/2016)
Pantauan Borneonews, seorang pria pengemis berbaju merah dan menggunakan kolor pendek serta sendal jepit menenteng kresek meminta uang kepada pengunjung dan pelayan toko. Borneonews yang juga dimintai oleh pengemis itu menanyakan sudah berapa lama berada di Pangkalan Bun. Rupanya ia warga pendatang yang sudah lama menetap di Pangkalan Bun. Kepada Borneonews ia mengaku pada bulan ramadan ia sehari bisa menghasilkan uang hingga Rp200 sampai Rp300 ribu.
"Baru seminggu pak, saya gak punya kerjaan lagi," kata dia sembil bergegas keluar dari toko handphone.
Di sekitar jalan Pangeran Antasari tidak jauh dari pasar Indra Sari banyak gepeng berkeliaran setiap sore. Terlebih, masyarakat Pangkalan Bun dan sekitarnya tumpah di jalan tersebut memburu jajanan wadai.
"Dari mulai puasa juga sudah ada, tiap hari pengemisnya beda-beda," jelas Irawati, pedagang wadai di jalan tersebut.
Nomor Layanan
Kepala Satpol PP Kobar, Hasan Basri sebelumnya mengaku tengah mengincar bos gepeng (Kordinator para gepeng). Sebab, menurut penelusuran pihaknya, para gepeng tersebut ada wadahnya. "Kami masih incar siapa bosnya, sampai saat ini kami belum berhasil menangkap bosnya karena setiap gepeng kita tangkap, mereka tidak mau nyebutin siapa bosnya," kata Hasan Basri.
Rizki, warga Kelurahan Madurejo Pangkalan Bun memberi masukan kepada Satpol PP Kobar. Satpol PP harus menyediakan layanan informasi untuk memberikan aduan jika masyarakat melihat para gepeng sedang beraksi.
"Kalau satpol PP sulit nyari gepeng muter-muter, pasang aja nomer layanan di tempat-tempat umum. Kalau ada gepeng, masyarakat harus langsung lapor, jangan dibuat ribet untuk menegakan aturan," pinta dia. (CP/*)








