SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kerupuk ikan merupakan kuliner khas Kabupaten Sukamara. Saat ini produk tersebut menjadi salah satu andalan bagi pelaku usaha masyarakat atau UMKM di Bumi Gawi Barinjam selain kerupuk basah.

Kerupuk ikan khas Sukamara, menurut pelaku UMKM di sana, Jahlela, diproses awal dari kerupuk basah atau kerupuk rebus. Lalu dikeringkan. 

Sejauh ini produksi kerupuk ikan khas Sukamara sudah cukup berkembang dengan baik. Ini ditandai dengan pemasarannya yang sudah menjangkau hingga keluar dari Kabupaten Sukamara.

Jangkauan pemasaran hasil produksi kerupuk ikan Sukamara menurut Jahleha saat ini sudah sampai ke kabupaten tetangga seperti Lamandau, Pangkalan Bun, Sampit, bahkan ke Kalimantan Barat. 

Meski begitu, pelaku usaha berharap produk yang mereka dihasilkan dapat semakin dikenal sehingga jangkauan pasaran bisa semakin luas lagi, agar produksi juga bisa semakin meningkat.

--page

Kerupuk ikan khas Sukamara
Kerupuk ikan khas Sukamara

Untuk itu dia berharap ada semacam promosi dari pemerintah secara masif. Sehingga produk bisa semakin dikenal secara luas.

“Saya sudah 20 tahun menggeluti usaha pembuatan kerupuk ikan, kerupuk basah dan amplang. Sejauh ini untuk pemasaran sesuai dengan permintaan,” ungkap Jahlela, Senin, 22 Juli 2024.

Jahleha menuturkan, untuk produksi, paling banyak 10 kilogram setiap hari. "Tapi kalau bahan baku seperti ikannya lagi sulit, dalam seminggu paling hanya bisa memproduksi empat atau lima kali buat saja,” katanya.

Jehlela menuturkan, untuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM cukup banyak. Seperti memberikan bantuan berupa alat-alat yang membantu proses produksi kerupuk kering.

“Untuk dukungan dari pemerintah daerah kepada kita ada, seperti kuali dan lainnya yang kita gunakan untuk produksi."

"Tetapi harapkan kita kepada pemerintah adalah agar promosinya bisa ditingkatkan lagi untuk produk-produk kita ini di luar Sukamara, supaya bisa lebih dikenal lagi,” ujarnya.

Membantu ekonomi keluarga

Dia menambahkan, untuk hasil yang didapat dari penjualan kerupuk ikan tersebut setiap harinya tidak menentu. Namun untuk hasil produksinya selama satu bulan bisa mencapai Rp 5 juta, bahkan lebih. 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

“Untuk harga kerupuk ikan ini kita jual Rp 100 ribu perkilogramnya, dan untuk hasil setiap bulannya Alhamdulillah lumayanlah," katanya.

--page

Dengan penghasilan senilai itu, Jahlela menuturkan apa yang didapat tersebut dapat membantu ekonomi keluarga. Ia berharap ke depan usahanya semakin punya prospek yang lebih baik.

"Mudah-mudahan untuk kedepannya jualan kita ini permintaannya bisa semakin banyak,” tukas dia. (NORHASANAH/j)