BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang warga yang membuang sampah sembarangan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah ditutup, Jalan Padat Karya Jaya Baru, Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tepatnya lokasi tersebut bersebelahan dengan Panti Asuhan Al-Hidayah. Aksi buang sampah sembarangan itu dilakukan pada Minggu, 21 Juli 2024, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat melakukan hal tersebut, ia tertangkap tangan oleh Dulhamid, Ketua RT 26, Kelurahan Sidorejo.
Akibatnya, warga tersebut terpaksa harus kembali mengangkut sampah yang dibuangnya.
Menurut Dulhamid, masih banyaknya orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi TPS yang telah ditutup ini sangat meresahkan bagi penghuni panti dan warga sekitar.
"Saat saya tanyai, pelaku pembuang sampah sembarangan tersebut mengaku berasal dari Bundaran Pramuka. Kami suruh dia bawa kembali sampahnya dan membuangnya ke tempat yang semestinya di TPA, yaitu Translik desa Pasir Panjang," jelas Dulhamid, Senin, 22 Juli 2024.
--page
Dulhamid mengatakan, jenis sampah yang dibuang oleh pelaku adalah kayu bongkaran.
"Para pelaku tersebut membuang kayu bongkaran, padahal sudah kami larang. Karena lokasi ini berada dekat dengan Panti Asuhan Al-Hidayah. Kami berharap kesadaran dari masyarakat untuk tidak pagi membuang sampah di sini," ujar Dulhamid.
Dulhamid berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa memberi perhatian lebih pada masalah ini.
"Harapannya pihak DLH bisa memastikan setiap orang yang mencari sampah membungkusnya dengan plastik, sehingga lebih mudah dikelola dan tidak berserakan," jelas Dulhamid.
Dulhamid mengatakan, secara rutin dirinya bersama warga setempat melakukan patroli setiap malam setelah waktu Isya hingga pukul 01.00 WIB.
"Kami selalu mengantisipasi adanya oknum warga yang sengaja membuang sampah di TPS yang telah ditutup ini. Karena setelah pukul 01.00 WIB biasanya ada lagi yang membuang sampah, seperti kejadian tadi malam saat tiba-tiba ada pikap datang membawa sampah," jelas Dulhamid.
--page
Dulhamid mengatakan, ia dan warga RT 26 kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
"Karena kami dan tentunya seluruh masyarakat berharap bisa tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangatlah penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan sehat bagi semua individu," jelas Dulhamid. (WAHYU KRIDA/H)









