BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski tidak ditemukan kasus polio di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), namun ancaman virus tersebut nyata terjadi. Untuk itu, Pemkab Kobar mendukung seluruh upaya penanggulangan dan pencegahan Polio.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Kobar Budi Santosa, membuka pencanangan pelaksanaan pekan imunisasi Polio Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024, di Puskesmas Kumai, pada Selasa, 23 Juli 2024.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut, Sekda Kobar Rody Iskandar, Ketua DPRD Kobar, unsur Forkompinda Kobar, Kadinkes Kobar serta tamu undangan lainnya.
"Kita harapkan dengan pelaksanaan PIN Polio ini, Kabupaten Kotawaringin Barat, dapat mengendalikan laju penularan dan memutus mata rantai penyakit Polio," ujarnya.
Budi Santosa mengungkapkan, bahwa kasus Polio pada November 2022 ditemukan di daerah Jawa, Aceh dan juga Papua. Status kejadian luar biasa (KLB) sampai saat ini belum dicabut, karena masih ada kasus yang dilaporkan.
Lebih lanjut ia menyebutkan, bahwa penyakit Polio menyerang anak usia dibawah 15 tahun. Akibat dari yang ditimbulkan dari penyakit Polio adalah, kecacatan dan kelumpuhan permanen.
Budi Santosa menekankan agar dilakukan penguatan program Imuninasi rutin, upaya surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta surveilans kejadian pasca imunisasi (KIPI).
"Kami minta, tercapainnya cakupan 2 Dosis PIN sekurang- kurangnya 95 persen merata disetiap tingkatkan, untuk memutus rantai penularan virus Polio," tuturnya.
--page
Diinformasikan, bahwa pencanangan pelaksanaan pekan imunisasi Polio ini, juga berlangsung serentak secara Nasional.
Untuk di Kobar, pencanangan ditandai dengan pemberian imunisasi Polio kepada sejumlah anak dari usia bayi, baduta, PAUD/TK dan SD. (DANANG/R)









