BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur mulai menyiapkan posko kesehatan untuk memantau serta memberikan pengobatan terhadap para pemudik melalui jalur darat di beberapa titik jalur trans Kalimantan. Posko kesehatan didirikan H-7 lebaran, saat sudah banyak pemudik, terutama lewat jalur darat. Tetapi, di Pelabuhan Sampit, H-14 Posko Kesehatan sudah berdiri.

“Adapun titik posko yang akan kami didirikan yakni di Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit, Terminal Patih Rumbih, dan beberapa titik lainnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Dinkes Kotim), Faisal Novendra Cahyanto, di Sampit, Senin (13/6/2016).

Menurut Faisal, posko kesehatan rencananya didirikan saat memasuki H-7 lebaran, saat sudah banyak pemudik yang akan melakukan lebaran ke kampung halaman terutama melewati jalur darat. Tetapi, di Pelabuhan Penumpang Sampit pada H-14. Pada H-14 para pemudik yang akan menggunakan kapal laut mulai banyak sehingga perlu ada posko penanganan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan terhadap pemudik.

Menurut Faisal, setiap posko akan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, juga akan dijaga petugas kesehatan yang dapat menangani penyakit yang dialami pemudik.

“Posko akan dibuka memasuki H-14 di lokasi, seperti Pelabuhan Penumpang Sampit, Terminal Patih Rumbih, dan Bandara Haji Asan Sampit. Di setiap wilayah kecamatan akan dilayani dengan Puskesmas 24 jam,” kata Kepala Dinkes Kotim, Faisal Novendra Cahyanto.

Posko kesehatan tersebut akan melayani berbagai gangguan kesehatan yang dialami pemudik maupun warga lain yang berada di sekitar posko kesehatan.

Selain menyiapkan posko kesehatan, Dinas Kesehatan Kotim bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi dan instansi terkait lainnya akan akan melakukan pemeriksaan kesehatan sopir bus dan travel. Pemeriksaan itu untuk memastikan agar para sopir sehat dan tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang yang dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan membawa penumpang.

“Tujuannya meningkatkan keselamatan di jalan raya sehingga sopir bisa mengantar penumpang sampai ke tujuan dengan selamat,” katanya. (RAFIUDIN/N).