PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya mencatat adanya 16 kasus kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palangka Raya tahun ini.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, menjelaskan bahwa dari 16 kejadian tersebut, sebagian besar terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 11 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Pahandut dan Sebangau masing-masing mencatat 2 kejadian, sedangkan Kecamatan Bukit Batu hanya terdapat 1 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit tidak mengalami kejadian Karhutla.

"Total lahan yang terbakar akibat kejadian tersebut mencapai 8,62 hektar," katanya, Rabu 24 Juli 2024.

Lebih lanjut Budi menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghentikan praktik membakar lahan. Ia juga mengimbau pihak kelurahan untuk aktif memantau lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya Karhutla.

--page

Pihak BPBD Palangka Raya bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap kasus Karhutla. Dalam upaya pencegahan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama.

Selain itu, kerjasama lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat juga menjadi kunci dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan.

"Dengan meningkatnya kasus Karhutla, BPBD Palangka Raya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya. (PATHUR/H)