SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong maskapai Nam Air menerbangi rute Sampit-Surabaya untuk kedatangan dan keberangkatan di Bandara H Asan Sampit.

"Kami tadi audiensi dengan maskapai dan pihak bandara terkait keinginan kita agar maskapai Nam Air menerbangi rute Sampit-Surabaya pulang pergi (PP)," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Rody Kamislam, Rabu, 24 Juli 2024.

Audiensi tersebut melibatkan Pemkab Kotim yang dipimpin Asisten II Bidan Perekonomian dan Pembangunan Alang Arianto, maskapai yang dihadiri Direktur Niaga Nam Air Achmad Yani dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Darinto.

Rody menjelaskan, pihak maskapai menyambut keinginan pemerintah daerah dan bersedia mengupayakan agar masyarakat yang ingin melakukan penerbangan rute Sampit-Surabaya PP dapat terlayani.

Namun rute tersebut tidak serta merta langsung dibuka, sejumlah tahapan harus dilakukan maskapai diantaranya mengurus jadwal dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan pengajuan slot time penerbangan di Bandara H Asan Sampit.

--page

"Kita menginginkan secepatnya membuka penerbangan rute tersebut agar masyarakat kita dapat terlayani dengan baik," ujarnya. 

Penerbangan tersebut direncanakan akan dilayani dengan pesawat Nam Air jenis Boeing 737-500 dengan kapasitas penumpang lebih besar dari penerbangan sebelumnya Wings Air ATR-72. Dengan demikian, harga yang ditawarkan untuk penerbangan tersebut diharapkan dapat lebih kompetitif.

"Kita tahu sendiri dengan jarak tempuh yang sama pesawat tersebut akan menghabiskan avtur sama. Namun pesawat Boeing 737-500 bisa mengangkut lebih banyak penumpang, harapan kami harga lebih bersaing Rp1,5 juta seperti penerbangan di Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Kalau kita tahu selama ini pesawat Wings Air ATR72 harga tiketnya menyentuh Rp2,5 juta," ujar Rody.

Namun ia tidak bisa memungkiri bahwa penetapan harga tersebut tentu melihat hukum pasar. Tidak bisa diatur karena ada perhitungan laba dan perhitungan ekonomis dari maskapai. 

Sebelumnya, penerbangan Wings Air Sampit-Surabaya PP mendadak tidak beroperasi sejak awal Juli 2024 dengan alasan pemeliharaan. Pihak maskapai belum dapat memberi keterangan hingga kapan penerbangan tersebut beroperasi. Sehingga pemerintah daerah terus berupaya agar transportasi udara tersebut berjalan lancar.

Sementara itu, Branch Manajer Nam Air Sampit Anggi Pratama Putra mengatakan, audiensi tersebut pertemuan awal perencanaan rute Sampit-Surabaya PP. Pihaknya antusias dengan rencana tersebut dan berharap proses pengajuan berjalan lancar dan cepat.

--page

"Kami membahas penerbangan rute Sampit-Surabaya yang direncanakan Oktober. Untuk perijinan akan dituntaskan oleh tim pusat. Kami operasional saja," kata Anggi.

Maskapai Nam Air sendiri memiliki riwayat pernah menerbangi rute Sampit-Surabaya dengan 2 jenis pesawat yaitu Boeing 737-500 dan ATR72 sebelum Covid-19. Jauh Sebelumnya, Sriwijaya Air yang juga dalam naungan grup perusahaan yang sama lebih dulu menerbangi rute Sampit-Surabaya dengan pesawat jenis Boeing 737-500.(DEWI PATMALASARI/R)