SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Maskapai Nam Air rute Sampit-Surabaya pulang pergi (PP) direncanakan mulai beroperasi di Bandara H Asan Sampit bulan Oktober 2024.

"Kami membahas penerbangan rute Sampit-Surabaya yang direncanakan Oktober. Untuk perijinan akan dituntaskan oleh tim pusat. Kami operasional saja," kata Branch Manajer Nam Air Sampit Anggi Pratama Putra, Rabu, 24 Juli 2024.

Hal itu ia katakan setelah audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait layanan rute penerbangan Sampit-Surabaya.

Audiensi tersebut melibatkan Pemkab Kotim yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Alang Arianto, maskapai yang dihadiri Direktur Niaga Nam Air Achmad Yani dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Darinto.

Anggi mengatakan, audiensi tersebut pertemuan awal perencanaan rute Sampit-Surabaya PP. Pihaknya mengaku antusias dengan rencana tersebut dan berharap proses pengajuan berjalan lancar dan cepat.

Maskapai Nam Air sendiri memiliki riwayat pernah menerbangi rute Sampit-Surabaya dengan 2 jenis pesawat yaitu Boeing 737-500 dan ATR72 sebelum Covid-19.

Jauh Sebelumnya, Sriwijaya Air yang juga dalam naungan grup perusahaan yang sama lebih dulu menerbangi rute Sampit-Surabaya dengan pesawat jenis Boeing 737-500.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Rody Kamislam mengatakan, pihaknya terus mendorong agar masyarakat mendapat layanan transportasi udara dengan baik. Terutama untuk rute Sampit-Surabaya yang sejak awal Juli 2024 dihentikan sementara oleh Wings Air dengan alasan pemeliharaan. 

"Kita menginginkan secepatnya membuka penerbangan rute tersebut agar masyarakat kita dapat terlayani dengan baik," kata Rody. 

Penerbangan tersebut direncanakan akan dilayani dengan pesawat Nam Air jenis Boeing 737-500 dengan kapasitas penumpang lebih besar dari penerbangan sebelumnya Wings Air ATR-72. Dengan demikian, harga yang ditawarkan untuk penerbangan tersebut diharapkan dapat lebih kompetitif.

--page

"Kita tahu sendiri dengan jarak tempuh yang sama pesawat tersebut akan menghabiskan avtur sama. Namun pesawat Boeing 737-500 bisa mengangkut lebih banyak penumpang, harapan kami harga lebih bersaing Rp1,5 juta seperti penerbangan di Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Kalau kita tahu selama ini pesawat Wings Air ATR72 harga tiketnya menyentuh Rp2,5 juta," ujar Rody.

Namun ia tidak bisa memungkiri bahwa penetapan harga tersebut tentu melihat hukum pasar. Tidak bisa diatur karena ada perhitungan laba dan perhitungan ekonomis dari maskapai.  (DEWI PATMALASARI/R)