PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui dinas kesehatan gencar melakukan imunisasi polio untuk pencegahan penularan. Virus polio tidak menjadi sakit dan tidak memiliki gejalanya. Namun, orang berisiko mengalami kelumpuhan yang terkadang berakibat fatal.

Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr Pande Putu Gina menyampaikan, penularan virus polio mudah dicegah dengan vaksin polio. 

Penularannya  melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi feses (tinja) seseorang yang sudah terjangkit.

"Virus yang ada di tinja dapat dibawa oleh lalat maupun tangan yang kotor setelah BAB. Virus tersebut kemudian berkembangbiak di dalam saluran pencernaan," kata Pande, Rabu, 24 Juli 2024.

Pasien yang terinfeksi virus polio, jelas Pande dapat menularkan virus tersebut selama 7-10 hari sebelum timbulnya gejala. Sementara virus di tinja dapat bertahan selama 3-6 minggu.

--page

Sementara itu, lanjut Pande, usia rentan terkena polio, anak di bawah usia 5 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi polio secara lengkap. 

Menurut Pande, risiko tertular dapat menjadi lebih besar, jika kondisi sanitasi tidak baik, misalnya masih ada perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan. (RETHA/j)