PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang dan Pengembagan Sarpras, Triana Meinarsih mengatakan bahwa proyeksi kebutuhan SDM kelapa sawit dalam Roadmap BPDPKS Dalam Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2022 hingga 2029 untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit harus mempertimbangkan beberapa hal ini.

"Proyeksi kebutuhan SDM dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit perlu melihat dan mempertimbangkan kebutuhan SDM dan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit beserta industri pendukungnya dalam hal teknologi, manajemen, perkembangan sustainability," kata Triana dalam keterangan resminya pada Rabu, 24 Juli 2024.

Hal ini disampaikan Triana saat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mengevaluasi sekaligus Sharing Session mengenai Roadmap BPDPKS Dalam Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2022 hingga 2029 untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

"Adanya Roadmap menjadi bagian yang penting dalam menjalankan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tersebut," terangnya.

Acara dihadiri oleh 3 narasumber, yaitu Direktur AKPY-STIPER yang juga merupakan Ketua Umum ALPENSI sekaligus Komite SDMPKS BPDPKS, Dr Sri Gunawan. Kemudian ada Ketua Dewan Pembina ALPENSI yang juga Dosen IPB, Dr Hariyadi, serta ada Perwakilan dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Mula.

--page

Selain dihadiri lembaga pendidikan yang memiliki program perkebunan kelapa sawit, acara sharing session dan evaluasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari BPDPKS, asosiasi perkebunan kelapa sawit, kementerian teknis terkait dan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari BPDPKS. (TESTI PRISCILLA/j)