PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur AKPY-STIPER yang juga merupakan Ketua Umum ALPENSI sekaligus Komite SDMPKS BPDPKS, Dr Sri Gunawan menyampaikan gambaran kebutuhan SDM Perkebunan Kelapa Sawit sampai dengan tahun 2038.

"Analisis kinerja roadmap Program SDM Perkebunan Kelapa Sawit dan rekomendasi tindak lanjut monev yang perlu dilakukan," kata Sri Gunawan dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 24 Juli 2024.

Hal ini disampaikan Sri Gunawan saat menjadi satu dari tiga narasumber yang berbicara dalam Sharing Session sekaligus Evaluasi Roadmap BPDPKS Dalam Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2022 hingga 2029 untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Ketua Dewan Pembina ALPENSI yang juga Dosen IPB, Dr Hariyadi pada sesi kedua menyampaikan paparan Analisa SWOT Pada Pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Untuk Mendukung Sawit Berkelanjutan.

--page

Hariyadi menyampaikan teknik analisis pengembangan sumberdaya manusia menggunakan matriks SWOT yakni Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats dilakukan berdasarkan empat jenis strategi yaitu Strength-Opportunity Strategy (S-O), Strength-Threats Strategy (S- T), Weakness-Opportunity Strategy (W – O) dan Weakness-Threats Strategy (W – T) yang selanjutnya dibagi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

"Strategi Pengembangan SDM Kelapa Sawit itu dibagi menjadi empat yaitu pertama peningkatkan program beasiswa dan pelatihan sertapengembangan keterampilan sumberdaya manusia dengan kerjasama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan swasta," jelasnya.

Kedua, lanjutnya, meningkatkan kerjasama antara lembaga pendidikan atau pelatihan dengan industri perkebunan dalam pengembangan kreativitas dan inovasi serta penerimaan kerja bagi lulusan. Lalu yang ketiga ialah perencanaan program dan waktu sosialisasi secara cukup memadai.

"Keempat yakni membangun kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri perkebunan dalam penyusunan regulasi yang saling menguntungkan," bebernya.

Selanjutnya pada sesi terakhir, Perwakilan dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Mula menyampaikan paparan tentang Desain dan Capaian Pengembangan SDM Industri Kelapa Sawit yakni Perspektif Industri Hulu, Tinjauan dan Evaluasi.

"Perkebunan kelapa sawit adalah industri padat karya, jutaan masyarakat bergantung pada industri sawit Indonesia. Pertumbuhan industri sawit akan berperan penting pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wilayah," kata Mula.

Sharing Session yang dilakukan secara hybrid ini ditutup oleh Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto. Pada penutupannya, Kabul Wijayanto mengharapkan agar acara sharing session dan evaluasi  ini, dapat dilakukan secara periodik sehingga akan lebih banyak masukan dan input terkait pelaksanaan Roadmap BPDPKS Dalam Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2022-2029 untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

"Pelaksanaan roadmap BPDPKS dapat mengukur efektivitas program, mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan, memastikan kesesuaian dengan regulasi dan peraturan, dan mengukur dampak jangka menengah dan jangka panjang," kata Kabul Wijayanto di akhir kata penutupannya. (TESTI PRISCILLA/Y)