KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam upaya pengendalian penyakit stroke, Kementrian Kesehatan melaksanakan uji coba pengendalian stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada 10 kabupaten/kota seluruh Indonesia. 

Kabupaten Kapuas menjadi salah satu lokus kegiatan tersebut. Uji coba ini dilakasanakan di aula kantor Kecamatan Selat dan UPT Puskesmas Melati pada tanggal 24 – 25 Juli 2024. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementrian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng. Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh dokter spesialis Neurologi dari RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, dr. Silvia Velika, Sp.N.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan melalui Kepala Bidang P2P, dr Ahmad Haspiani menyampaikan besarnya prevalensi stroke menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan.

"Karena berdampak pada besarnya pembiayaan serta penurunan tingkat produktivitas penduduk Indonesia," katanya, Kamis, 25 Juli 2024.

Dijelaskannya, disabilitas akibat stroke yang menetap serta risiko serangan stroke berulang yang tinggi, mengakibatkan pembiayaan pemeliharaan yang besar. "Disamping itu, disabilitas paska stroke berdampak pada produktivitas serta psiko-sosial dari penyandang," ujarnya.

Oleh karena itu, pengendalian stroke yang komprehensif di FKTP memainkan peran penting dalam menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat stroke. 

"Layanan stroke di FKTP meliputi promosi dan edukasi kesehatan, skrining, tata laksana faktor risiko dan kegawatdaruratan, serta rehabilitasi," ucapnya.

Pengendalian faktor risiko merupakan bagian utama dalam upaya pencegahan stroke, meskipun dalam pelaksanaannya masih menjadi tantangan. 

Skrining faktor risiko stroke seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, status merokok, dan dislipidemia perlu dioptimalkan agar dapat dilakukan intervensi dini. 

"Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi lagi serangan baru stroke pada orang-orang berisiko," pungkasnya.

--pageStroke merupakan gangguan fungsi otak yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain. Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. 

Data IHME 2019 menunjukkan bahwa stroke sebagai penyebab kematian utama di Indonesia (19,42 persen dari total kematian). 

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke di Indonesia adalah 8,3 per 1.000 penduduk. (DODI/R)