BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Adanya desakan dari berbagai pihak dan sebagai upaya membebaskan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bebas prostitusi, Bupati Kobar menyatakan akan segera menutup semua tempat yang selama ini digunakan sebagai lokasi prostitusi.
"Dalam waktu dekat, tempat prostitusi yang tersebar di seluruh desa, kecamatan di Kobar akan ditutup," ucap Bupati perponsel. Selasa (14/6/2016).
Berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kobar, sedikitnya sebanyak 248 pekerja seks komersial (PSK) yang tersebar di wisma lokalisasi. Dari jumlah itu, mereka akan mendapat pesangon sebelum penutupan.
Penutupan tempat lokalisasi ini, terang bupati, sebagai tindak lanjut dari pencanangan Pemerintah RI yang menetapkan akan menutup semua tempat lokalisasi prostitusi di Indonesia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kobar Gusti Nur Aini mengatakan, bagi PSK yang sudah didaftar akan mendapat dana kompensasi dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Menyinggung nominal dana usaha ekonomi kreatif sebagai kompensasi bagi PSK tersebut, Nur Aini menyebutkan, masing-masing PSK akan mendapat bantuan dari Kemensos sebesar Rp5.050.000.
"Pemkab Kobar tidak menyediakan dana segar untuk PSK yang lokalisasinya akan ditutup, namun dalam bentuk lain seperti pelatihan dan biaya pemulangan," katanya.
Bentuk pelatihan keterampilan, katanya, disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing PSK yang nantinya akan didata lebih lanjut. Untuk teknis dan pelaksanannya, Dinsos akan berkoordinasi lebih lanjut dengan sejumlah instansi terkait.
"Kami upayakan sebelum lokalisasi ditutup, para PSK ini sudah mendapatkan pelatihan sebagai bekal, bahkan kepastian pencairan dana kompensasinya pun juga sudah kami terima," tandasnya.(CR-1/m)








