PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan perkembangan jumlah pengaduan yang masuk kepada OJK Kalteng di tahun 2024 ini dengan update terakhir pada 31 Mei. Untuk investasi ilegal dikatakan Danu pengadukan didominasi oleh masyarakat berprofesi pegawai swasta dan PNS.

"Profesi pekerjaan yang paling banyak mengadukan mengenai investasi ilegal didominasi oleh Pegawai Swasta dan PNS," kata Danu pada Kamis, 25 Juli 2024.

Sejak Januari hingga Mei 2024, kata Danu, ada 3 orang pegawai swasta yang melakukan pengaduan mengenai investasi ilegal, kemudian 2 orang PNS dan 2 orang pelajar/mahasiswa, serta masing-masing 1 orang ibu rumah tangga, wiraswasta, dan yang tidak mencantumkan pekerjaannya.

"Sedangkan, profesi pengadu pada pinjaman online ilegal didominasi oleh Pegawai swasta dan wiraswasta," tutur Danu lagi.

Tercatat ada 98 pengaduan pinjaman online ilegal dari masyarakat yang berprofesi sebagai pegawai swasta, 28 orang wiraswasta, 11 pelajar/mahasiswa, 13 ibu rumah tangga, 13 tidak mencantumkan pekerjaan, 4 orang PNS, 5 orang belum bekerja, 2 pegawai BUMN, serta masing-masing 1 orang honorer puskesmas dan pegawai BUMD.

--page

"Berdasarkan data pengaduan tersebut, OJK Kalteng terus melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada seluruh sasaran kelompok yang rentan terhadap tawaran pinjaman online agar masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lebih teredukasi mengenai pentingnya pemahaman terkait perbedaan antara pinjaman online legal dan ilegal," terang Danu lagi. (TESTI PRISCILLA/H)