TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Aksi kemanusiaan komunitas relawan di Kabupaten Barito Timur sering mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Bagaimana tidak, dalam setiap kecelakaan lalu lintas maupun musibah lain mereka selalu cekatan memberikan bantuan, tidak peduli kapan waktunya dan dalam kondisi cuaca seperti apapun.

Sebuah komunitas relawan kembali terbentuk di Kelurahan Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. Komunitas yang bermarkas di RT 01 ini menamakan di Relawan Mungkur Kandangan atau disingkat REMUK.

REMUK yang dipimpin oleh Apriyani Dardi alias Unchuy dan kini beranggotakan sekitar 70 orang, secara resmi terbentuk sekitar 3 bulan lalu setelah mendapatkan surat keputusan dari Lurah Tamiang Layang.

Meski demikian, jauh sebelumnya para anggota REMUK telah aktif dalam kegiatan kemanusiaan dengan menginduk pada komunitas relawan yang sudah resmi. Pencarian remaja yang tenggelam di Bendungan Tampa pada awal 2024, mendorong Unchuy dan rekan-rekan untuk melahirkan REMUK.

Relawan gabungan termasuk Relawan Mungkur Kandangan bagi-bagi takjil pada bulan Puasa Maret 2024. (FOTO: IG bpk_remuk)
Relawan gabungan termasuk Relawan Mungkur Kandangan bagi-bagi takjil pada bulan Puasa Maret 2024. (FOTO: IG bpk_remuk)

"REMUK ini terbentuk dari hasil swadaya atau sumbangsih masyarakat, tujuan kami membentuk relawan ini adalah untuk membantu masyarakat yang kesusahan," ujarnya saat diwawancarai, Jumat, 26 Juli 2024.

Unchuy bersyukur REMUK sekarang telah memiliki legalitas dan berjalan meskipun dengan berbagai keterbatasan sarana.

"Sekarang kami sudah memiliki unit ambulans walaupun dalam bentuk mobil bekas atau sederhana, alhamdulillah itu bisa mengurangi beban dan bisa membantu masyarakat di lingkungan Mungkur Kandangan Kelurahan Tamiang Layang dan Kabupaten Barito Timur secara umum," terangnya.

Dengan mobil Toyota Kijang Super bekas itu, REMUK memberikan bantuan evakuasi korban kecelakaan, pengantaran orang sakit, pengantaran jenazah, membantu masyarakat dalam berbagai bencana, evakuasi binatang berbisa hingga pencarian orang hilang.

Relawan Mungkur Kandangan ketika membantu korban kecelakaan lalu lintas. (FOTO: IG bpk_remuk
Relawan Mungkur Kandangan ketika membantu korban kecelakaan lalu lintas. (FOTO: IG bpk_remuk

Unchuy mengakui untuk wilayah Kecamatan Dusun Timur dan sekitarnya sudah ada beberapa komunitas relawan, namun dia menilai masyarakat masih sangat memerlukan tambahan relawan untuk membantu ketika terjadi kecelakaan lalu lintas atau musibah lainnya seperti banjir maupun kebakaran. 

"Masyarakat masih sangat membutuhkan relawan, hanya saja sarana yang kami miliki masih sangat terbatas. Karena itu kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk melengkapi kebutuhan sarana dalam menunjang aktivitas kemanusiaan kami," ungkapnya. (BOLE MALO/j)

Relawan Mungkur Kandangan ketika terlibat dalam pemadaman kebakaran pada 1 Juli 2024. (FOTO: IG bpk_remuk)
Relawan Mungkur Kandangan dan berbagai pihak lainnya ketika terlibat dalam pemadaman kebakaran pada 1 Juli 2024. (FOTO: IG bpk_remuk)