BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas TPHP Provinsi Kalteng Alpan M Samosir menekankan pentingnya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
"Salah satu kendala yang dapat menganggu capaian sasaran produksi, luas panen dan produktivitas adalah adanya gangguan OPT khususnya untuk tanaman padi," tutur Alpan dalam keterangannya baru baru ini.
Ia menyampaikan kumulatif luas serangan OPT di Kalimantan Tengah periode Januari - Juni 2024 terdapat 3.538,40 ha yang meliputi luas terkena 3.532,90 ha dan puso 5,50 ha.
Sedangkan serangan OPT dengan periode yang sama pada tahun lalu Januari-Juni 2023 tercatat seluas 4058,65 ha.
"Perbandingannya serangan periode saat ini mengalami penurunan sebesar 12,82 persen," ungkap Alpan.
--page
Sementara itu, akibat Dampak Perubahan Iklim, banjir pada musim tanam Oktober - Maret (MT Okmar) 2023/2024 sebanyak 2.393,3 ha dan kekeringan MT Okmar 2023/2024 sebanyak 0 ha. (HERMAWAN DP/H)









