BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalteng H Purman Jaya menyampaikan kemiskinan dapat mempengaruhi pembangunan daerah. Kemiskinan dapat membatasi akses individu ke pendidikan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.
"Akibat kemiskinan kurangnya pendidikan dan keterampilan dapat mengurangi produktivitas tenaga kerja dan menghambat inovasi," tuturnya, Jumat, 26 Juli 2024.
Kondisi kemiskinan katanya, sering dikaitkan dengan kesehatan yang buruk karena kurangnya akses ke layanan kesehatan, nutrisi yang tidak memadai, dan kondisi hidup yang tidak sehat.
"Kesehatan yang buruk dapat mengurangi produktivitas dan kapasitas kerja," jelasnya.
Akibat kemiskinan juga, katanya seringkali mengalami keterbatasan dalam hal investasi karena kurangnya infrastruktur dasar dan daya beli masyarakat yang rendah, yang membuatnya kurang menarik bagi investor. Dan hal ini jangan sampai terjadi diwilayah Kalteng.
--page
"Kemiskinan dapat memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial dan politik. Ketidakstabilan ini dapat mengganggu proses pembangunan dan mengurangi kepercayaan investor," imbuhnya.
Untuk memaksimalkan pembangunan, saran darinya penting untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan akses ke pendidikan, layanan kesehatan, serta pengembangan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. (MARINI/H)









