PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Provinsi Kalteng H Wiyatno menyampaikan bahwa, mengurangi tingkat kemiskinan di Kalteng pada tahun 2024 memerlukan strategi yang terencana dan terkoordinasi. 

"Untuk itu perlu segera memperbaiki akses dan kualitas pendidikan dapat membantu meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal. Program beasiswa, pelatihan vokasional, dan pendidikan informal bisa sangat bermanfaat," sarannya, Jumat, 26 Juli 2024.

Arahannya, mengurangi kemiskinan laksanakan pembangun dan memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.

"Libatkan pemberdayaan masyarakat lokal dengan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan memberikan pelatihan keterampilan dapat meningkatkan partisipasi ekonomi dan kemandirian. Serta adanya,  program pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan juga penting untuk inklusi sosial," katanya.

Tambahnya, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan sangat perlu dilakukan, termasuk kampanye kesehatan preventif, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas tenaga kerja.

--page

"Berikan dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), memfasilitasi akses ke modal, pelatihan bisnis, dan pasar untuk UKM dapat membantu mereka berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal," tuturnya.

Dengan implementasi strategi-strategi katanya ini memerlukan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif dan berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan di Kalteng. (MARINI/H)