BORNEONEWS, Palangka Raya - Hingga 26 Juli, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya mencatat adanya 20 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sepanjang 2024.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengungkapkan bahwa dari 20 kejadian tersebut, sekitar 9,17 hektare lahan telah terbakar.
Kejadian Karhutla tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 14 kejadian, diikuti oleh Pahandut dengan 2 kejadian, Sebangau 3 kejadian, Bukit Batu 1 kejadian, dan Rakumpit tanpa kejadian.
Dampak meningkatnya kejadian Karhutla di Palangka Raya mendorong pihak terkait, termasuk BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak kelurahan, untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan.
"Langkah yang diambil adalah melakukan sosialisasi secara massif untuk menghimbau agar masyarakat berhenti membakar hutan dan lahan guna mencegah terjadinya Karhutla," katanya, Jumat, 26 Juli 2024.
Budi juga menyampaikan harapannya agar masyarakat bijak dalam mengelola lahannya dan tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap di Palangka Raya.
--page
"Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,"pungkasnya (PATHUR/R)









