BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Jainudin Karim mengatakan bahwa pemerataan listrik sangat penting di seluruh wilayah Provinsi Kalteng.
Wilayah Kalteng katanya, memiliki tantangan geografis yang cukup besar dengan banyak daerah terpencil dan pedalaman.
"Pembangunan infrastruktur listrik, seperti pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan distribusi, sangat penting. Pemerintah dan PLN (Perusahaan Listrik Negara) bekerja sama untuk memperluas jaringan listrik ke daerah-daerah yang belum terjangkau," katanya, Jumat, 26 Juli 2024.
Kalteng memiliki potensi sumber energi terbarukan yang besar, seperti biomassa, tenaga surya, dan tenaga air. Pengembangan energi terbarukan ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pasokan listrik di daerah terpencil.
Dirinya mengharapkan, program pemerintah seperti “Indonesia Terang” bertujuan untuk meningkatkan akses listrik termasuk di Kalteng.
"Program ini mencakup pembangunan infrastruktur dan penyediaan pembangkit listrik tenaga surya untuk desa-desa yang sulit dijangkau," arahnya.
Kondisi geografis Kalteng yang terdiri dari hutan lebat dan wilayah yang terpisah-pisah menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur listrik. Hal ini membutuhkan solusi inovatif, seperti microgrid atau pembangkit listrik skala kecil.
"Untuk itu perlu partisipasi swasta selain pemerintah, juga berperan penting dalam investasi dan pembangunan proyek energi di Kalteng. Kemitraan antara pemerintah dan swasta diharapkan dapat mempercepat pemerataan listrik," harapnya.
--page
Peningkatan akses listrik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalteng.
Listrik katanya dapat mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di daerah yang sebelumnya tidak terjangkau.
"Upaya pemerataan listrik di Kalteng memerlukan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada," tandasnya. (MARINI/R)









