BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Bumi Raya II, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 26 Juli 2024.
"Tadi pagi masih ada anak-anak berlari-lari di sana tiba-tiba ada api yang sempat membesar. Saya panik karena di dekat rumah," kata Mey warga setempat.
Ia panik dan sempat menangis karena kebakaran lahan terjadi di dekat rumahnya dikhawatirkan semakin membesar. Dirinya sempat meminta pertolongan warga sekitar untuk memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Semak belukar di lokasi tersebut kering akibat hujan tak turun beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan lahan rawan terbakar dan cepat merembet.
Adapun luasan lahan terbakar diperkirakan kurang lebih 60 meter persegi dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.38 WIB.
--page
Petugas BPBD Kotim Ari Raharja menduga, api tersebut berasal dari warga yang membakar sampah kemudian merembet ke semak belukar yang kering.
"Kebakaran sekecil apapun kita wajib memadamkan sampai dinyatakan aman. Kepada warga, kami berharap lebih memperhatikan saat membakar sampah. Karena musim kemarau seperti ini membuat api mudah merembet," kata Ari Raharja.
Di hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Bumi Ayu, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare tersebut juga terjadi di dekat rumah warga. Petugas berhasil memadamkan api 11 menit setelah operasi pemadaman kemudian dilakukan pendinginan. (DEWI PATMALASARI/j)









