BORNEONEWS, Palangka Raya - Membawa makalah berjudul "Types of Land Use on Agroforestry-Based Soil Permeability in Balige District Toba Regency" atau dalam bahasa Indonesia yakni mengenai jenis penggunaan lahan berdasarkan permeabilitas tanah berbasis agroforestri di kabupaten yang ada di Sumatera Utara, sejumlah akademisi mengisi seminar internasional di Kuala Lumpur.
Profesor Rahmawaty, akademisi dari Universitas Sumatera Utara atau USU menjadi salah satu perwakilan dalam Seminar International Conference on Integrated Urban Planning atau ICIUP 2024 yang diselenggarakan di Hotel Saujana, Kuala Lumpur pada tanggal 24-25 Juli 2024.
Peran Prof Rahmawaty dalam kegiatan tersebut, selain mempresentasikan makalah, Prof Rahmawaty juga bertindak sebagai moderator dan juri dalam ICIUP 2024 yang diadakan oleh Universitas Malaya ini.
"Kita membawa judul ini tentu dengan latar belakang yang penting. Penggunaan lahan biasanya merujuk pada penggunaan saat ini sehingga perbedaan dalam penggunaan lahan berpotensi memengaruhi masukan bahan organik," kata Prof Rahmawaty lagi.
Hal ini menurutnya akan mempengaruhi sifat fisik tanah yang bervariasi untuk setiap penggunaan lahan.
"Secara khusus, permeabilitas tanah akan memengaruhi aliran air yang jatuh ke tanah. Studi variasi tingkat permeabilitas tanah akibat berbagai jenis penggunaan lahan di Distrik Balige, Kabupaten Toba dilakukan dengan metode survei lapangan dengan mengambil sampel tanah," jelasnya.
Sampel tanah, kata Prof Rahmawaty, digunakan untuk menentukan sifat permeabilitas tanah berdasarkan metode kepala konstan. Analisis kimia tanah dilakukan untuk kandungan fraksi organik tanah dan tekstur tanah.
"Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan hutan memberikan hasil lebih cepat dibandingkan dengan jenis penggunaan lahan lainnya. Kebun monokultur menghasilkan permeabilitas rata-rata yang lebih tinggi daripada kebun campuran," jelasnya lagi.
--page
TIdak sendiri, Prof Rahmawaty menyampaikan makalah ini bersama rekan-rekan lainnya antara lain ada Prof Abdul Rauf, Fitra Syawal Harahap dan Rahmanta. Selain itu juga ada Prof Seca Gandaseca dari Institute for Biodiversity and Sustainable Development atau IBSD, Universiti Teknologi MARA atau UiTM, Shah Alam, Malaysia, dan juga Mohd Hasmadi Ismail dari Faculty of Forestry and Environment, Universiti Putra Malaysia atau UPM, Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. (TESTI PRISCILLA/j)









