BORNEONEWS,Barito Selatan-Alat cuci darah di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Barito Selatan (Barsel), belum bisa dioperasikan karena masih menunggu izin operasional dari konsultan Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya.

Bupati Barsel, HM Farid Yusran mengatakan, untuk alat dan ruangan sudah siap untuk dipergunakan. Hanya saja masih menunggu izin operasional dan rekomendasi dari konsultan.

“Kita meminta kepada Direktur RSUD untuk segera mengurus izin operasional dan rekomendasi tersebut. Mudah-mudahan dalam semiggu-dua minggu ini alat cuci darah ini bisa dioperasikan,” kata Farid Yusran kepada Borneonews usai mengunjungi para pasien dan sekaligus meninjau alat dan ruang cuci darah di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Selasa (14/6/2016).

Ia menjelaskan, ini merupakan program dari pemerintah yakni hemodialisa atau alat cuci darah untuk membantu masyarakat Barsel dan sekitarnya yang menderita gagal ginjal.
Ini juga, lanjut dia, merupakan salah satu implementasi dari sapta program pemerintah daerah yakni peningkatan di bidang kesehatan.

Dan keberadaan alat ini nantinya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi yang gagal ginjal.  “Dengan adanya alat ini nanti, maka pasien tidak lagi harus cuci darah ke Palangka Raya atau ke Banjarmasin. Bahkan dari daerah lain khususnya DAS Barito akan dirujuk ke RS Jaraga Sasameh ini,” ucapnya.  (Uriutu Djaper/*).