BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengklaim bahwa nilai tukar petani tanaman pangan atau NTPP Kalteng pada Juni 2024 mengalami kenaikan yang cukup besar.
"Pada Juni 2024, terjadi kenaikan NTPP sebesar 1,44 persen. Hal ini terjadi karena indeks harga hasil produksi pertanian atau It mengalami kenaikan yang cukup besar yakni sebesar 1,50 persen," kata Agnes pada Sabtu, 27 Juli 2024.
Kenaikan pada It, kata Agnes, jauh lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang hanya sebesar 0,06 persen.
"Kenaikan It pada Juni 2024 sebesar 1,50 persen disebabkan oleh kenaikan kedua indeks harga penyusunnya yaitu, kelompok padi naik sebesar 1,57 persen dan kelompok palawija sebesar 0,55 persen," jelasnya.
Kenaikan indeks harga padi kata Agnes disebabkan karena sudah berlalunya musim panen yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.
"Sementara itu, kenaikan indeks harga palawija disebabkan oleh naiknya indeks harga pada komoditas ketela pohon," bebernya.
--page
Kenaikan Ib pada Juni 2024 sebesar 0,06 persen menurut Agnes disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok KRT sebesar 0,06 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,07 persen," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









