PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan indeks harga hasil produksi pertanian atau It dari komoditi jahe dan nanas mampu mendorong kenaikan nilai tukar petani Tanaman Hortikultura atau NTPH Kalteng pada Juni 2024.

"NTPH mengalami kenaikan nilai tukar pada Juni 2024 sebesar 0,52 persen," kata Agnes pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Kenaikan ini menurut Agnes terjadi akibat kombinasi dari It yang mengalami kenaikan cukup besar yakni 0,50 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani atau Ib justru mengalami penurunan sebesar 0,02 persen.

"Kenaikan It pada Juni 2024 disebabkan oleh naiknya It pada dua kelompok penyusunnya, yakni kelompok buah-buahan yaitu nanas, semangka, dan pisang sebesar 0,98 persen dan kelompok tanaman obat-obatan yakni jahe sebesar 0,75 persen," jelas Agnes.

Sedangkan kelompok sayur-sayuran, lanjut Agnes, seperti cabai rawit, sawi hijau, dan oyong atau gambas justru mengalami penurunan sebesar 0,22 persen.

--page

"Penurunan Ib pada Juni 2024 sebesar 0,02 persen, dari 125,76 menjadi 125,74 didominasi oleh penurunan pada salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok KRT sebesar 0,02 persen," tutur Agnes lagi.(TESTI PRISCILLA/R)