BORNEONEWS, Sampit - Darmansyah, 58, warga Desa Marwan Lama, Kelurahan Marwan Lama, Kecamtan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), harus gigit jari atas hilangnya motor bebek miliknya, saat ditaruh di samping pondok sekitar kebunnya dengan kondisi ditutup seng. 

Hilangnya motor KH 4458 TW itu terjadi pada Senin (13/6/2016), di Jl Jendral Sudirman Km 2,3. Namun hingga kini motor tersebut belum juga ditemukan. 

"Kami sudah menerima laporan kehilangan tersebut, dan dengan cepat kami tanggapi, agar dapat melakukan pencarian terhadap pelakunya," ujar Kasat Reskrim Polres Kotim Iptu Reza Fahmi, Selasa (14/6/2016). 

Sementara hilangnya motor tersebut bermula ketika korban datang ke pondok tersebut pada Minggu (12/6/2016) sekitar pukul 17.00 WIB, iapun memarkirkan kendaraan roda dua itu di samping pondok dengan mengunci stang dan menutupnya dengan atap seng. Hingga mlam hari, dia memutuskan untuk langsung tidur di kediamannya tersebut. 

Setelah bangun pada Senin (14/6/2016) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, dia juga memeriksa kendaraannya tersebut, dan masih terparkir di tempat semula. Korbanpun memutuskan untuk tidur kembali.

Namun setelah terbangun pada pukul 04.30 WIB, ia kaget karena motor kesayangan yang masih terbilang baru itu sudah tidak ada di tempat semula. Diapun kaget, dan langsung terbangun untuk mencari motornya tersebut. Namun apa boleh buat, usahanya itu terbilang sia-sia, karena kendaraannya tersebut sudah hilang dibawa maling. 

Sedangkan di Kota Sampit sendiri, tindakan pencurian memang cukup marak. Tidak hanya motor sasaran para pelaku kriminal ini, namun juga rumah kosong maupun pencurian lainnya. Sehingga dengan adanya hal itu, Reza mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menaruh harta bendanya. 

"Parkirlah motor ke dalam rumah, sehingga maling tidak seenaknya masuk. Selain itu, kalau mau meninggalkan rumah. Kalau bisa kasih tahukan kepada tetangga,sehingga ada yang mengontrolnya," ungkap Reza. (M HAMIM/m)