PULANG PISAU –

BORNEONEWS,Pulang Pisau - Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah, media tanam menggunakan Rockwool, Arang dan Sekam. Inilah yang dikembangkan di Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Desa Purwodadi Lusiam Marhani menyampaikan, pengembangan pertanian buah melon dengan teknik hidroponik ini, menggandeng kaum muda, tujuannya mengajak mereka tidak malu menjadi petani.

"Meski pengembangan tanaman tersebut, di lahan 5 x 6, tidak luas, tapi bisa memberikan dampak positif bagi kaum muda di Desa Purwodadi. Sekarang kaum mudah tidak begitu tertarik dengan pertanian tradisional, sehingga perlu metode pertanian yang lebih modern," kata Lusiam, Sabtu, 27 Juli 2024.

Dari hasil pertanian yang sudah dikembangkan bersama kaum muda, lanjut Lusiam, sudah panen dengan rata- rata berat 1,5 kilogram per buah. Rencana akan menaman lagi.

Hasil panen, kata Lusiam mencapai 75 kilogram dari 50 pohon, dipasarkan dengan harga Rp 15.000 kilogram. Totalnya dapat sekitar 75 kg,  mendapatkan keuntungan kotor Rp 1.125.000, biaya nutrisi dan pembelian bibit. Ujicoba pertama ini dinilai berhasil sehingga akan dilakukan penanaman tahap kedua.

--page

Saat ini Lusiam bersama anak muda setempat masih fokus ujicoba, mengkaji dan mencari penyebab dan mengatasi masalah pada tanaman melon karena sempat terkena terserang kutu daun, sehingga akarnya membusuk menjelang panen.

Tahun ini dapat  bantuan Screenhouse dari Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau untuk kembangkan tanaman hidroponik buah melon.(RETHA/R)