PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Mutu Institute, Sumarna mengatakan bahwa hal pertama yang dilakukan untuk menuju sertifikasi ISPO adalah meningkatkan pengetahun dan pemahaman para petani sawit tentang ISPO.

"Kita harus berterimakasih kepada BPDPKS dan Pemerintah karena telah memberikan fasilitas pelatihan ISPO gratis ini kepada para petani kelapa sawit. Bapak Ibu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti seluruh kegiatan pelatihan dengan serius," kata Sumarna dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Hal ini disampaikan Sumarna saat BPDPKS dan Mutu Institute memberikan pelatihan gratis kepada 110 petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Para petani atau pekebun kelapa sawit tersebut, katanya, berasal dari Kabupaten Merangin berjumlah 46 orang, dari Kabupaten Sarolangun berjumlah 29 orang, dan dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat berjumlah 35 orang.

"Ambil semua ilmu yang disampaikan narasumber dan terapkan semuanya saat kembali nanti untuk memajukan perkebunan kelapa sawit dengan penerapan sertifikasi ISPO," tuturnya lagi.

--page

Pada hari keempat pelatihan, peserta diajak untuk praktek lapang mengunjungi KUD Mutiara Bumi di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, untuk melihat bagaimana penerapan ISPO di lapangan.

"Ini menjadi penting karena peserta dapat melihat contoh-contoh penerapan ISPO di tingkat petani kelapa sawit, tidak hanya mendapatkan teori di kelas," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)