PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kalteng menekankan langkah penting dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

Kepala Bappedalitbang Kalteng, Leonard S Ampung mengatakan aktivitas untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dilakukan dengan cara mengurangi laju deforestasi, mengurangi degradasi hutan.

Termasuk dengan, menjaga ketersediaan karbon melalui konservasi hutan, menerapkan sustainable forest management dan meningkatkan stok karbon hutan.

Langkah yang dilakukan dengan project proponent berasal dari pemerintah, sektor swasta, lembaga dan organisasi masyarakat adat dan atau lokal, LSM dan mitra pembangunan internasional.

“Kegiatan tersebut akan sukses bilamana ada kerja sama dan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk di dalamnya masyarakat adat ataupun masyarakat lokal,” ungkap Leonard.

Sebagai informasi, Gas rumah kaca (GRK) adalah gas-gas yang ada di atmosfer dan berfungsi menangkap serta memerangkap panas dari matahari, sehingga menyebabkan efek rumah kaca.

--page

Efek rumah kaca adalah proses alami yang menghangatkan permukaan bumi, tetapi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia dapat memperkuat efek ini, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. (HERMAWAN DP/R)