BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menawarkan konsep pertanian modern dengan metode green house.

Konsep pertanian menggunakan metode rumah plastik atau green house ini diyakini dapat meningkatkan hasil pertanian secara signifikan. 

Keuntungan menggunakan green house ini adalah dari sisi perawatan lebih ekonomis. Selain itu dengan green house mengurangi penggunaan pestisida sehingga petani berperan dalam menjaga lingkungan serta, metode ini juga tidak tergantung cuaca karena dapat disiasati.

Menurut Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Desa Kubu, Syahrian, saat ini P4S yang dikelolanya sedang mengembangkan budidaya tanaman holtikultura jenis tomat dan cabe.

Dari green house seluas 8X25 meter P4S dapat menanam 1000 pohon tomat dengan marjin keuntungan mencapai Rp15 juta. 

"Harga per kilogramnya antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, dengan green house juga dapat dipanen berkali-kali," terang Syahrian, Selasa (14/6/2016).

Lanjut Syahrian, sementara ini P4S baru mengembangkan satu lokasi green house, namun ia sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk dibuat green house dengan bangunan sederhana. Ia menjelaskan, dengan ukuran bangunan green house 8x25 ia mengeluarkan modal Rp15 juta dengan banyak tanaman variatif.

"Bisa ditanami dengan sayuran apa saja, pasar akan tertarik karena produksi yang dihasilkan rata-rata dalam kondisi segar," ujar Syahrian optimis.

Ia berharap, Pemerintah harus melihat realita yang ada, sebagai acuan untuk membuat program bagi petani, selain itu, petani harus berani mencoba dan tidak terpaku kepada bantuan pemerintah. 

"Petani harus berani keluar dari pakemnya, hal ini bisa terwujud dengan peran dari pemerintah untuk mendukung program ini," harap Syahrian. (KOKO SULISTYO/m)