BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mendorong koperasi untuk membantu pekebun kelapa sawit agar dapat menerapkan ISPO dalam usaha perkebunannya.
Hal ini terungkap dalam pelatihan yang diselenggarakan BPDPKS bersama Mutu Institute memberikan pelatihan gratis kepada 110 petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.
Ketua KUD Mutiara Bumi, Lasmin mengatakan bahwa Koperasi Mutiara Bumi sebagai koperasi swadaya yang menerapkan ISPO pertama kali di Indonesia sangat mengapresiasi BPDPKS yang bekerja sama dengan Mutu Institute untuk dapat mengunjungi mereka disini di Koperasi Mutiara Bumi ini.
"Kami sangat berharap semoga bapak ibu sebagai peserta pelatihan ISPO untuk pekebun ini nanti bisa menyerap ilmu yang akan personil atau anggota kami bagikan untuk kemajuan koperasi bapak ibu semuanya," katanya dalam rilis yang dikirimkan BPDPKS pada Selasa, 30 Juli 2024.
Hal ini disampaikan berkaitan pula dengan kegiatan oleh BPDPKS dan Mutu Institute yang memberikan pelatihan gratis kepada 110 petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.
Ade Haviz Putra, salah satu peserta dari kabupaten Merangin mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini peserta bisa memahami bagaimana cara mengelola kebun sawit yang baik dan benar sesuai standar ISPO.
"Kami berharap ilmu yang kami dapat selama pelatihan bisa diaplikasikan di lapangan dan meningkatkan hasil panen kami. Terimakasih Mutu Institute yang telah memberikan pelatihan yang berkesan bagi kami," ujarnya.
--page
Penerapan standar ISPO ditingkat petani kelapa sawit sangat penting. Selain untuk meningkatkan kualitas tata kelola perkebunan kelapa sawit, juga secara nasional dapat meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk kelapa sawit Indonesia di pasar dunia.
Sehingga kelapa sawit dan produk turunannya dapat terus menjadi komoditas andalan yang meningkatkan kesejahteraan para pekebun, masyarakat, dan negara.(TESTI PRISCILLA/R)









