BORNEONEWS, Palangka Raya - Intensitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya mengalami peningkatan dalam dua minggu terakhir. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi.
Peningkatan intensitas Karhutla ini dikaitkan dengan kondisi cuaca yang cukup kering di Palangka Raya.
Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Klimatologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, kondisi cuaca di Palangka Raya cukup kering sejak awal Juli hingga pertengahan September.
"Cuaca yang terik menyebabkan sungai dan parit menjadi kering, sehingga lahan-lahan pun menjadi kering dan mudah terbakar," jelas Heri Fauzi, Selasa, 30 Juli 2024.
Heri Fauzi juga mengungkapkan bahwa sebagian besar lokasi kejadian Karhutla tahun ini merupakan lokasi yang pernah terjadi kebakaran pada tahun sebelumnya. Contohnya di Jalan Karya Hapakat, kemungkinan ada unsur kesengajaan di balik kebakaran tersebut.
BPBD Palangka Raya menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak membakar lahan sembarangan.
--page
"Kami juga akan terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/R)









