PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 29 kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Palangka Raya, menghanguskan 10,42 hektar lahan. Jumlah ini tercatat hingga akhir Juli 2024.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, menyampaikan data yang mengkhawatirkan terkait kejadian Karhutla tersebut.

"Dari 29 kejadian yang tercatat, sebanyak 22 kejadian terjadi di Kecamatan Jekan Raya, 2 kejadian terjadi di Pahandut, 4 kejadian terjadi di Sebangau, dan 1 kejadian terjadi di Bukit Batu," katanya, Rabu, 31 Juli 2024.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerugian materil akibat kerusakan lahan, tetapi juga berpotensi mengancam kehidupan flora, fauna, serta kesehatan masyarakat yang dapat terpapar asap dan polusi udara.

BPBD Palangka Raya bersama instansi terkait telah melakukan upaya penanggulangan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Langkah-langkah preventif dan responsif terus diupayakan guna meminimalkan dampak yang lebih luas akibat Karhutla.

--page

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif melaporkan kejadian Karhutla secepat mungkin.

"Kerja sama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menangani masalah ini secara efektif dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya. (PATHUR/Y)