BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Provinsi Kalteng), beberkan manfaat rutin donor darah bagi kesehatan.
Kadinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, donor darah secara rutin memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan pendonor maupun bagi masyarakat yang membutuhkan.
Manfaat bagi pendonor meningkatkan kesehatan jantung donor darah dapat membantu mengurangi kekentalan darah, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
"Mengurangi kadar zat besi dalam tubuh tetap seimbang. Kadar zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dan meningkatkan risiko penyakit jantung," katanya, Rabu, 31 Juli 2024.
Lanjutnya, stimulasi produksi sel darah setelah mendonorkan darah, tubuh akan merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah baru, yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
--page
"Proses donor darah dapat membakar sekitar 650 kalori, membantu dalam pengelolaan berat badan," jelasnya.
Sedangkan manfaat bagi masyarakat katanya, yakni :
1. Menyelamatkan Nyawa:
- Darah yang didonorkan dapat digunakan untuk transfusi bagi pasien yang mengalami kecelakaan, menjalani operasi, atau menderita penyakit tertentu, seperti anemia atau kanker.
2. Menjaga Stok Darah Nasional:
- Donor darah membantu memastikan ketersediaan stok darah yang memadai di rumah sakit dan pusat kesehatan.
3. Mendukung Penelitian Medis:
- Darah yang didonorkan dapat digunakan dalam penelitian untuk menemukan pengobatan dan terapi baru.
- Manfaat Sosial dan Psikologis
--page
1. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional:
- Tindakan altruistik seperti mendonorkan darah dapat meningkatkan rasa kepuasan dan kebahagiaan, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan mental.
2. Memperkuat Rasa Kepedulian Sosial:
- Donor darah mempromosikan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, membangun ikatan sosial yang lebih kuat dalam komunitas.
"Dengan demikian, rutin donor darah tidak hanya bermanfaat bagi individu pendonor tetapi juga memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat dan sistem kesehatan secara keseluruhan," tandasnya. (MARINI/H)









