BORNEONEWS, Kasongan - Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa mengkritik kebijakan pemerintah daerah setempat, yang membangun pasar dengan sistem penganggaran multiyears (tahun jamak). Pembangunan pasar harus dilakukan dengan waktu sesegera mungkin penyelesaiannya.

"Semakin cepat proyek pembangunan pasarnya selesai, semakin cepat ditempati untuk berdagang, maka akan lebih cepat pula Dinas Pendapatan Daerah memungut hasilnya, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Katingan," ungkap Ketua DPRD Katingan, Ignatius Mantir Ledie Nussa, di Kasongan, Rabu (15/6/2016).

Mantor mencontohkan pembangunan pasar berlantai dua di Jalan Revolusi Kasongan yang saat ini belum selesai. Padahal, pasar tersebut dibangun sejak 2013, atau sudah tiga tahun berjalan. Jika di 2016 ini penambahan anggaran untuk menyelesaikan pasar tersebut hanya sekitar Rp1,3 miliar, pasar tersebut belum bisa terselesaikan.

Untuk itu Mantir menyarankan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) setempat agar mencari konsultan perencana lain yang bisa menganalisa dan membuat perencanaan sebaik mungkin. Dengan begitu, pasar tersebut dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran saja.

Selain itu, lahan yang masih tersisa di belakang bangunan pasar tersebut dibongkar dan ditambah lagi bangunan baru untuk menyambung bangunan yang telah ada saat ini. "Saya selaku pimpinan DPRD sangat mendukung jika ada usul dari Dinas Perindagkop dan UMKM untuk melakukan penambahan bangunan pasar tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Katingan, Karyadi menambahkan, terkait tertundanya pembangunan pasar tersebut menegaskan agar hal tersebut tidak lagi ditunda penyelesaiannya oleh instansi terkait. Di sisi lain, legislator Partai Demokrat itu berpesan kepada Dinas Perindagkop dan UMKM agar memperhatikan kelayakan antara tata pasar dan tata kota Kasongan.

Sebab, bangunan pasar di Kota Kasongan, terutama pasar ikan dan sayur-mayur di belakang eks kantor Kecamatan Katingan Hilir saluran drainasenya kurang berfungsi. Sehingga terjadinya pencemaran udara yang kurang baik untuk kesehatan, baik bagi pedagang maupun kesehatan bagi pengunjung atau pembeli.

"Tidak kalah pentingnya juga dinas terkait dalam membangun pasar harus memperhatikan lahan tempat parkir roda dua dan roda empat. Karena, yang berbelanja di pasar ikan, sayur-mayur maupun pasar kain dan pasar umum lainnya kebanyakan para ibu-ibu," sebut Karyadi. (HAIRUL SALEH/N).