BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mengimbau posko Karhutla meningkatkan kewaspadaan.
“Puncak musim kemarau ada di Agustus, untuk itu agar Pos Lapangan, Posko Satgas Pengendalian Karhutla BPBD Kabupaten/Kota tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian-kejadian karhutla," tutur Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib dalam keterangannya, Rabu 31 Juli 2024.
Toyib meminta tim menggiatkan sosialisasi dan edukasi secara humanis, giatkan patroli ke daerah-daerah rawan terjadinya karhutla dan lakukan pemadaman dini.
Dia menyampaikan data BPBPK menyampaikan titik hotspot kejadian dan luasan kejadian karhutla dari Kabupaten/Kota menunjukan bahwa di Kabupaten Barito Selatan hotspot 32 titik, kejadian Karhutla 20 kejadian dan luasan kejadian karhutla 76,05 hektar.
Kemudian di Barito Timur hotspot 6 titik, kejadian karhutla satu kejadian dan luasan karhutla 0,5 hektar, di Barito Utara hotspot 82 titik, kejadian karhutla 34 kejadian dan luasan karhutla 23,74 hektar.
Selanjutnya, di Gunung Mas hotspot 87 titik, kejadian karhutla tujuh kejadian dan luasan karhutla 39, 12 hektar, di Kapuas hotspot 143 titik, kejadian karhutla 0 kejadian dan luasan karhutla 0 hektar, di Katingan hotspot 184 titik, kejadian karhutla 11 kejadian dan luasan karhutla 3,16 hektar.
“Kemudian di Palangka Raya hotspot empat titik, kejadian karhutla 48 kejadian dan luasan karhutla 12,108 hektar, di Kotawaringin Barat hotspot 16 titik, kejadian karhutla 12 kejadian dan luasan karhutla 13,635 hektar," tuturnya.
Sedangkan di Kotawaringin Timur hotspot 102 titik, kejadian karhutla 15 kejadian dan luasan karhutla 11,825 hektar, di Lamandau hotspot 119 titik, kejadian karhutla empat kejadian dan luasan karhutla 2,566 hektar.
--page
Berikutnya, di Murung Raya hotspot 21 titik, kejadian karhutla lima kejadian dan luasan karhutla 7,82 hektar, di Pulang Pisau hotspot 42 titik, kejadian karhutla 10 kejadian dan luasan karhutla 16,22 hektar.
Kelompok terakhir di Seruyan hotspot 75 titik, satu kejadian karhutla dan luasan karhutla 0,025 hektar dan di Sukamara hotspot 23 titik, kejadian karhutla tujuh kejadian dan luasan karhutla 161,34 hektar. (HERMAWAN DP/R)









