PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setiap daerah di Indonesia memiliki keindahan alam dan beragam budaya, termasuk tarian tradisional yang memukau. Salah satunya tari pesisir asal Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan semboyan Marunting Batu Aji.

Salah satu pegiat seni budaya yang masih eksis melestarikan tari pesisir di Kota Pangkalan Bun, adalah Sanggar Seni Budaya Tunas Anum. Bahkan kerap tampil di berbagai event lokal, tingkat provinsi, bahkan nasional.

Pendiri dan Ketua Sanggar Budaya Tunas Anum, Muhammad Wardiman menyampaikan, tari pesisir merupakan sebutan atau istilah lain daripada tari melayu, khususnya yang ada di Kalimantan.

"Tari pesisir khususnya di tempat kita (Pangkalan Bun) ini berbeda dengan tari Pesisir ditempat lain. Karena tarian ini dipengaruhi budaya - budaya melayu. Baik budaya melayu dari Sulawesi, Kalimantan khususnya dari Banjar. Termasuk dari Sumatera," ujarnya saat dibincangi Borneonews, Kamis, 1 Agustus 2024.

Pendiri Sanggar Seni Budaya Tunas Anum Muhammad Wardiman.
Pendiri Sanggar Seni Budaya Tunas Anum Muhammad Wardiman.

--page

Menurut dia, tari pesisir di Kotawaringin Barat tidak lepas dari keberadaan Kesultanan Kutaringin. Perlu diketahui, se Kalimantan Tengah yang ada kesultanan hanya di Kotawaringin Barat.

Selanjutnya, elemen - elemen yang ada di dalam tari pesisir, salah satunya alat musik. Di antaranya alat panting seperti gambus, gendang kalau bahasa lokal di Kotawaringin Barat adalah dengan sebutan 'Babun', serta Gong kalau bahasa lokalnya 'Tawak'.

"Ada beberapa model gerakan tari, seperti gerakan sisit, sisit kurung, kemudian langkah ampat, termasuk doble step istilah seni modernnya. Lalu dalam tarian juga ada tari Japen, tari tirik atau tari keramaian," tuturnya.

Pria kelahiran Kelurahan Raja Seberang 1997 ini menjelaskan, dalam tari pesisir juga ada istilah tari Hadrah atau Sanoman, dengan penarinya dinamakan Rudat.

"Tari pesisir biasanya berpasangan, namun dalam penampilan modern bisa ditarikan oleh penari perempuan atau laki-laki saja," jelasnya.

Penampilan Sanggar Seni Budaya Tunas Anum
Penampilan Sanggar Seni Budaya Tunas Anum

--page

Tampil di sejumlah event 

Di Kotawaringin Barat tari pesisir kerap tampil pada acara atau event yang diadakan Pemkab Kobar. Salah satunya Festival Marunting Batu Aji.

"Tidak hanya di Kotawaringin Barat, bahkan di Provinsi Kalimantan Tengah pun ada event untuk penampilan seni tari melayu ini, yaitu di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM)," ungkapnya.

Wardiman menyebutkan, sejak sanggar ini dibentuk tahun 2016, kerap tampil di berbagai acara. Mulai dari acara pernikahan, acara dinas di Pemkab Kobar, penyambutan tamu, termasuk acara swasta.

Sanggar Seni Budaya Tunas Anum
Foto bersama komunitas Sanggar Seni Budaya Tunas Anum

Ikut event Internasional

Pada 2018, penari Sanggar Budaya Tunas Anum menampilkan tari pesisir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam event 'Bukit Kelam Tourism' pihaknya mewakili Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan itu merupakan event Internasional, karena dalam momen tersebut ada pertemuan 4 negara yaitu, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura.

--page

Penampilan tari pesisir yang dibawakan Sanggar Seni Budaya Tunas Anum, merupakan langganan juara di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kemudian tingkat provinsi pernah meraih juara tiga dalam FBIM tahun 2024.

Tantangan era modern

Tantangan di era modernisasi saat ini dalam pelestarian tari pesisir di Kobar, paling besar adalah kemauan. Mengingat saat ini, budaya lokal semakin tergerus. Sehingga tantangan terberat adalah mengajak generasi muda gabung dan turun melestarikan budaya lokal.

"Terkadang pemuda atau kawan - kawan ini merasa malu untuk menari. Karena ada yang menyebut seperti bencong. Padahal tidak seperti itu," kata Wardiman.

Walaupun Sanggar Budaya Tunas Anum terus eksis namun sejauh ini kendala yang dimiliki belum memiliki tempat atau sekretariat sendiri. Dalam latihan pihaknya biasanya melakukan di SMKN 1 Pangkalan Bun atau baru-baru ini di gedung DPD KNPI Kobar.

"Alhamdulillah, kami juga mendapat dukungan dari Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman, untuk latihan dapat menggunakan Aula Polres Kobar," imbuhnya.

 Penari dari Sanggar Seni Budaya Tunas Anum saat tampil dalam suatu acara.
Penari dari Sanggar Seni Budaya Tunas Anum saat tampil dalam suatu acara.

Pihaknya berharap, keberlangsungan tari pesisir yang ada di Kobar dapat terus terjaga. Sehingga menjadi salah satu ciri khas seni budaya masyarakat Kobar. (DANANG/j)