BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Otjim Supriatna, meminta pemkab dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Sampit lebih intensif melakukan operasi pasar guna menekan harga kebutuhan pokok agar selama Ramadhan 1437 Hijriah hingga Idul Fitri nanti tidak terus naik.

“Tugas pemerintah itu turun ke lapangan, memastikan kondisi harga di pasaran tidak mengalami kenaikan. Kalau terjadi kenaikan segera ambil tindakan, salah satunya melalui operasi pasar,” kata dia, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/6/2016).  

Otjim mengakui, meskipun operasi pasar bukan satu-satunya solusi untuk menekan harga kebutuhan pokok. Namun, paling tidak dengan operasi pasar cukup membantu masyarakat meringankan membeli kebutuhan pokok selama Ramadan.

“Memang efektivitas operasi pasar ini masih sebatas pada di lokasi ada penurunan harga, tetapi di tempat lain belum tentu. Karenanya, perlu ada skema lain untuk mendorong harga kebutuhan pokok tidak terlampau naik,” ujar dia.

Sementara itu, komoditas kebutuhan pokok di pasaran sejak memasuki Ramadan lalu mengalami kenaikan. Seperti cabai kering yang harganya mencapai Rp100 ribu per kilogram, padahal normalnya sekitar Rp40 ribu per kg-Rp50 ribu per kg.

Begitu juga gula pasir dari sebelumnya Rp14 ribu per kg-Rp16 ribu per kg, kini menjadi Rp17 ribu per kg-Rp18 ribu per kg. Telur ayam yang sebeumnya Rp42 ribu per sap isi 30 butir, saat ini dijual Rp52 ribu per sap.

“Kalau komoditas lain seperti bawang maupun daging sapi sudah lama naiknya sebelum bulan puasa. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini merata di pasar-pasar di Sampit,” keluh Ani, salah seorang warga.

Terpisah, Kepala Bulog Sub Divre Sampit Rusli Pisol, mengatakan pihaknya siap melakukan operasi pasar, terutama untuk komoditas daging sapi yang telah diimpor pemerintah pusat dari Australia.

“Kami upayakan untuk Sampit bisa mendapat jatah sebanyak dua ton (daging sapi) untuk dipasarkan. Kemungkinan akhir pekan ini tiba, ada keterlambatan akibat perubahan cara pengiriman,” ujar dia. (RIFQI/m)