KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala Sekolah SMAN 1 Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas Batuah menceritakan bagaimana kronologi perundungan yang terjadi di sekolahnya.

Batuah bercerita bahwa baik pelaku dan korban sama-sama duduk di kelas X.

"Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 30 Juli 2024, setelah apel pagi. Bermula ketika korban cekcok dengan salah satu pelaku karena korban membela temannya," kata Batuah, Kamis, 1 Agustus 2024.

Kemudian cekcok memanas, membuat dua teman pelaku turut merundung korban hingga terjadi peristiwa seperti video viral di media sosial. Selain tiga pelaku yang ada di video, ada juga yang merekam dan mengunggah video ke media sosial.

Setelah kejadian, Batuah langsung memanggil 7 pelaku yakni 3 perundung korban yang ada di video, ada yang merekam, ada pelaku pemilik ponsel dan ada yang mengunggah ke sosial media.

--page

"Setelah kejadian, pada hari Selasa dan sebelum viral, kami langsung mengambil tindakan dengan memanggil kedua belah pihak bersama keluarga untuk mediasi," Jelasnya.

Mediasi di hari Selasa, 30 Juli 2024 belum selesai, lalu berlanjut hingga Rabu, 31 Juli 2024 dan saat itu sudah dibuat perjanjian damai kedua belah pihak antara pelaku dan korban. 

Sayangnya kata Batuah, ada salah satu orang tua pelaku yang mengunggah status di media sosial yang membuat orang tua korban tidak terima.

"Alhasil pada Hari Rabu tidak jadi ada perdamaian lantaran orang tua korban kembali sakit hati dengan postingan salah satu orang tua pelaku," ucapnya.

Hingga orang tua korban melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polres Gunung Mas. Rencananya pada Kamis, 1 Agustus 2024 akan ada mediasi antara keluarga korban dan pelaku di Polres Gunung Mas.

--page

"Nanti siang pihak Polres Gunung Mas memanggil korban dan pelaku beserta keluarga kedua belah pihak untuk dilaksanakan mediasi, semoga saja mediasi hari ini bisa menyelesaikan masalah ini," tukasnya. (RISKA YULYANA/H)