BORNEONEWS, Buntok - Jajaran Kepolisian Resort Barito Selatan (Barsel) akan menindak tegas penjual petasan di wilayah hukumnya.

Keberadaan petasan, selain mengganggu ketertiban dan ketentraman lingkungan masyarakat, juga dapat membahayakan diri sendiri, musabab ledakannya.

"Sudah banyak contoh- contoh, bahaya dan akibat bermain petasan itu, karena bisa membuat hilang jari- jari tangan dan membawa korban. Maka dari itu, kita akan tindak tegas, warga yang di ketahui memasarkan atau memainkannya," ucap Kapolres Barsel  AKBP Yussak Angga kepada Borneonews, di Buntok, Rabu (15/6).

Ia mengakui, bermain kembang api dan petasan memang sudah  menjadi tradisi warga sejak lama saat memasuki bulan puasa. Namun semua itu justru hanya akan menjadi biang bencana.

"Dalam waktu dekat ini, rencannya, kita akan melakukan razia petasan, khususnya di tempat  para penjual kembang api," tegas Angga.

Perwira kelahiran 1975 itu juga meminta kerjasama seluruh masyarakat agar bisa melaporkan kepada pihak kepolisian, jika mengetahui ada penjual petasan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Saya juga mengimbau kepada para orang tua, agar melarang anak-anaknya untuk bermain petasan. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita ingin kan," ucapnya berulang kali (LAILY MANSYUR/m)