SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu menyebutkan kuota Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kabupaten Kotim tahun 2024 masih menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat.

"Kita masih menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB)," kata Kamaruddin Makalepu, Kamis, 1 Agustus 2024.

Ia pun melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat informasi lebih lanjut terkait Petunjuk Pelaksanaan (Jutlak) termasuk kuota dan jadwal pelaksanaannya dari pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan pastinya pelaksanaan seleksi tersebut. Pasalnya informasi penetapan pelaksanaan seleksi CASN ini sudah berulang kali mundur dari jadwal yang sudah di tentukan.

"Informasinya kemarin di bulan Agustus ini bisa dilaksanakan, tapi kita masih menunggu juga apakah betul Agustus atau mundur lagi," ucapnya.

--page

Penetapan jadwal pelaksanaan seleksi CASN ini sudah beberapa kali mengalami penundaan. Sebelumnya, rencana awal untuk informasi lanjutan tersebut direncanakan pada bulan April dan mengalami penundaan menjadi bulan Juli. Dan sekarang informasinya pada bulan Agustus.

"Kita tunggu saja apakah nanti betul bulan Agustus ini atau mundur lagi. Informasi tersebut biasanya beriringan dengan Permenpan Jutlaknya. Setelah itu kita baru bisa menentukan kapan jadwal pelaksanaan seleksi tersebut," ungkapnya

Pihaknya pun memprediksi seleksi CASN ini akan tetap digelar pada tahun 2024 ini juga, namun pihaknya belum bisa memastikan bulan apa dilaksanakannya. Berkaitan dengan total formasi yang dibutuhkan itu sebenarnya sudah keluar pada bulan Maret lalu, namun untuk rinciannya saja yang belum ditetapkan hingga saat ini.

Kotim menerima alokasi 1.029 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pemerintah pusat yakni Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Kendati demikian, pihaknya masih belum memetakan jumlah masing-masing formasi untuk tenaga guru, kesehatan, maupun teknis.

"Kita tunggu saja, agar kita bisa mempetakan jumlah masing-masing formasi untuk tenaga guru, kesehatan, maupun teknis," tutupnya.  (Ari)