SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kotim Tahun 2025-2045 sebagai fondasi yang kokoh dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap masyarakat Kotim.

Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Kotim, Ardi Saputra menyampaikan bahwa pihaknya berharap dokumen tersebut bisa menjadi peta jalan yang efektif dalam mengarahkan pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih cerah.

"Karena RPJPD adalah program yang masih bersifat umum, untuk itu dalam implentasinya pelaksanaan program ketika diturunkan dalam masa yang lebih singkat nantinya harus betul-betul terukur sesuai dengan tantangan setiap masa sehingga akan tercapai secara keseluruhan dari apa yang direncanakan," kata Ardi Saputra, Kamis, 1 Agustus 2024.

Ardi pun melanjutkan, RPJPD merupakan dokumen  strategis yang memuat visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah untuk jangka waktu 20 tahun kedepan.

Atas hal tersebut, pihaknya ingin menegaskan kembali atas apa yang telah disampaikan pada saat mengawali pembahasan kemarin. Pasalnya Proses penyusunan RPJPD harus dilakukan secara serius, komprehensif dan terintegrasi.

--page

"Kami mengingatkan kembali perlunya akselerasi pembangunan guna capaian program dengan memanfaatkan teknologi," ucapnya

Hal tersebut harus sejalan dengan sistem komputerisasi yang terintegrasi untuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program. Menurutnya, birokrasi harus sadar akan teknologi. Pasalnya teknologi merupakan kunci utama ditengah perkembangan internet, otomatis, robotic, AI (Artificial intelligence) dan seterusnya.

Ditambah lagi bonus demografi yang bersamaan dengan dengan 2045 harus dimanfaatkan dengan baik. Dimana perubahan iklim akan menjadi isu global dan nasional. Dan yang tidak kalah penting adalah dengan pindahnya Ibukota Negara Republik Indonesia ke IKN di Kalimantan akan berdampak besar pada lanskap Kotim nantinya.

"Kita tidak bisa santai-santai saja, kalau tidak generasi setelah kita akan menjadi penonton saja ditengah hiruk pikuk perubahan," tutupnya  (Ari)