BORNEONEWS, Kasongan-  Penyakit flu Singapura mulai mewabah di Kota Kasongan Kabupaten Katingan. Umumnya penyakit flu Singapura ini menyerang balita dan anak-anak.

Seperti pengakuan Jeri Dando, warga Jalan Trans Kalimantan Km2,5 Kasongan. Menurutnya anak pertamanya bernama Rici yang masih berusia tiga tahun sejak dua hari ini terserang penyakit tersebut.

"Awalnya anak kami demam, namun kemudian muncul bintik merah seperti cacar. Karena rewel kemudian hari ini saya bawa ke Puskesmas Kasongan II di Jalan Srikaya untuk diperiksa," ucap Jeri Dando, Rabu (15/6/2016).

Dari hasil pemeriksaan petugas medis di puskesmas ini, buah hatinya itu ternyata terserang penyakit flu Singapura.

"Kata dokter puskesmas sekaligus kepala puskesmas yang memeriksa anak kami, yaitu dokter Agnes Paulina anak kami katanya terserang penyakit flu Singapura itu," ujar Jeri Dando.

Pasalnya selain bintik-bintik merah dan melepuh di beberapa bagian tubuh, telapak tangan dan telapak kaki anaknya juga terlihat bintik merah. "Dan ciri-ciri penyakit flu Singapura ini kata petugas puskesmas ada kesamaan dengan yang diderita anak kami," ungkapnya.

Dari informasi pihak Puskesmas Kasongan II Jalan Srikaya Kelurahan Kasongan Lama, sejak Mei-Juni 2016 ini puskesmas tersebut tidak jarang didatangi pasien penyakit flu Singapura yang mencapai puluhan, terutama anak-anak.

Namun saat dikonfirmasi masalah ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Robertus Pamuriyanto mengaku belum mendapatkan laporan terkait penyebaran penyakit flu Singapura di wilayahnya.

"Sampai sekarang kita masih belum mendapatkan laporan kalau ada warga Katingan ada yang terindikasi terserang penyakit flu singapur itu," sebut Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus Pamuriyanto.

Menurutnya, untuk memastikan apakah pasien itu mengalami gejala serangan penyakit flu Singapura itu harus lebih dulu menjalani pemeriksaan pada laboratorium.

"Yang jelas secara umum belum ada warga Katingan yang terserang flu singapur ini. Dan kalaupun ada yang dicurigai harus dipastikan dulu melalui lab dan para ahli," imbuh Robertus Pamuriyanto. (ABDUL GOFUR/m)